Peran Pesantren Tangkal Radikalisme, D3M Mataram Turut Isi Acara Silaturrahim Ponpes Sepulau Lombok

  • Screenshot_2018-11-28-20-30-50-462_com.miui.gallery
    Peserta dan pembicara pada sesi foto bersama setelah pembacaan Deklarasi Damai
  • Screenshot_2018-11-28-20-30-21-098_com.miui.gallery
  • IMG_20181128_210112
  • Screenshot_2018-11-28-21-00-26-242_com.miui.gallery
    Silaturrahmi D3M Regional Mataram dengan Salah seorang Peserta Yang juga merupakan anggota Duta Damai Regional Jakarta (Rabu 28/11/2018
  • Screenshot_2018-11-28-21-05-15-607_com.miui.gallery
    Peserta menyaksikan pemutaran video Dari layar yang tersebar di tiap ruas ruangan
  • IMG_20181128_210127

    Peserta dan pembicara pada sesi foto bersama setelah pembacaan Deklarasi Damai

Mataram, Rabu, 28 November  bertempat di Ballroom Islamic Center Nusa Tenggara Barat ratusan orang santri yang berasal dari Perwakilan pondok pesantren se Pulau Lombok menghadiri acara Silaturrahmi difasilitasi Garda TGB  kerjasama dengan UPT. IC NTB.

Acara yang dimulai pada pukul 09.00 wita itu mengusung tema Peran Pondok Pesantren  dalam Menangkal Gerakan Radikalisme.  Hadir sebagai pembicara kunci sekaligus membuka acara silaturrahmi Kepala Badan Kesbangpoldagri Provinsi NTB, bapak Drs.H.L Syafi’i.

Hadir sebagai narasumber utama pada sesi diskusi Wakil Kapolda Provinsi NTB, Perwakilan dari Department Agama Provinsi NTB, Dari utusan Pondok Pesantren TGH.Hasanain Juaini, Pemuda Muhammadiyah, Dan Dari Duta Damai Dunia Maya BNPT regional Mataram yang dihadiri langsung koordinator Febrian Putra.

Silaturrahmi D3M Regional Mataram dengan Salah seorang Peserta Yang juga merupakan anggota Duta Damai Regional Jakarta (Rabu 28/11/2018

Diskusi setengah hari tersebut berlangsung cukup singkat dan padat. Masing-masing pembicara memaparkan bahan slide presentasi yang mengulas tentang peran santri, pondok pesantren, Tuan Guru, tokoh masyarakat, pemerintah di NTB dalam menghadapi tantangan global khususnya yang berkaitan dengan isu bahaya Radikalisasi dan Eksteimisme.

Berbagai gambaran serta pendekatan Yang dilakukan Pemerintah daerah khususnya pada pada kepemimpinan Gubernur sebelumnya DR.Zainul Majdi yang akrab disapa TGB yang sempat mendatangi satu komunitas yang berada di wilayah terpencil di kabupaten Bima yang sempat viral dikabarkan sebagai sarang Terorisme. Terekam dalam vidio pendek berdurasi sekitar lima menit diputarkan disela presentasi pembicara. TGB yang datang bersama rombongan kala itu menaiki sepeda motor karena lokasi yang cukup terpencil dsri pusat kota Bima. Beliau datang membawa bendera merah putih, berdakwah serta berdialog dengan tokoh disana tentang pentingnya semangat religius dibarengi dengan mencintai Tanah air, nusa dan bangsa. Beliau mengambil contoh perjuangan para pahlawan kemerdekaan di berbagai daerah seperti Imam Bonjol, Bung Tomo bahkan dalam mengusir  penjajah mereka meneriakkan kalimat takbir. Dan hal itu sebegai pemantik semangat berjuang, merebut kemerdekaan NKRI.

Kunjungan dan dialog itu pada akhirnya efektif menghasilkan kesepakatan bahwasannya komunitas tersebut bersedia untuk mengibarkan bendera merah putih ditempat mereka.

Peserta menyaksikan pemutaran video Dari layar yang tersebar di tiap ruas ruangan

Selain pemutaran vidio upaya dialog TGB, pembicara Dari Duta Damai Dunia maya regional Mataram, Febrian Putra pada sela pemaparannya pun memutar vidio yang merupakan kreasi dari D3M Mataram tentang pentingnya ABC (Analisis, Baca Dan Croschek) berita khususnya yang banyak beredar di dunia Maya saat ini. Pesan agar sehat memanfaatkan internet khususnya media sosial sangat penting diera digital, karena menurutnya generasi Milenial sebagai pengguna terbanyak internet dan medsos di Indonesia sangat rentan terpapar isu Radikalisasi dan Eksteimisme dari berita berita, postingan dunia maya. Maka, lanjut Febri sikap toleran, menghargai perbedaan, menghindari caci maki seruan kebencian, mengusung tema-tema Damai, semangat nasionalisme adalah langkah yang tepat unruk menghindari itu. Dan santri dalam hal ini menjadi garda depan untuk menjaga semangat persatuan dalam bingkai NKRI.

Acara diskusi dan tanyajawab berakhir pada pukul 12.30 wita ditutup dengan pembacaan Deklarasi Damai dan Komitmen bersama yang dipimpin Muslim dari perwakilan Garda TGB diikuti  seluruh Peserta yang hadir untuk sama-sama mencegah radikalisme dan Eksteimisme serta menjaga negara kesatuan Republik Indonesia. **(MaiD3M)

Febrian Putra Dari perwakilan D3M Mataram Saat menyampaikan materi.

Akrab~Duta (anti) Hoax Ripaal F (tengah) diapit Duta Damai Regional Mataram dan Jakarta.

 

 

maia rahmayati

Inaq Millenial Gen #Pepadu Menyukai membaca, masak, traveling dan penganut Mazhab "Garis Lucu"

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *