Gandeng D3M Mataram, Indonesia Bijak Gelar TFT Provinsi NTB


Training for Trainee (TFT) Yang diselenggarakan oleh Indonesia Bijak berlangsung selama dua hari yaitu pada Sabtu-Minggu (24-25/11/2018) bertempat di Asrama Haji Provinsi NTB. Pada kesempatan tersebut, Perwakilan Duta Damai Dunia Maya Regional Mataram didaulat untuk memberikan materi bertema Literasi dan Narasi serta tekhnis pembuatan meme Dan vidio pendek kepada peserta. “Kurang lebih 100 orang peserta yang terdiri dari CSO (Civil Society Organisation), mahasiswa dan dari kalangan umum Yang menjadi peserta” tutur Salman selaku coordinator lokal kegiatan tersebut.
Materi yang disajikan cukup beragam namun Masih seputar Bijak memanfaatkan internet Dan bermedia sosial.
Yulianto Cahyono selaku Perwakilan Indonesia Bijak Nasional menyebutkan tujuan umun dari TfT yang menyasar generasi Milenial ini adalah salah satu upaya untuk melatih generasi milenial agar lebih melek media dan bijak memanfaatkan media sosial. Selain itu, pelatihan tehnis bertujuan meningkatkan kapasitas tekhnis peserta untuk berkontribusi dalam mengkampanyekan bermedia sosial yang sehat kepada masyarakat sekembalinya dari pelatihan ini.
Pada sesi penyampaian Materi mengenai Literasi dan Narasi, Maia Rahmayati Perwakilan Duta Damai Dunia Maya menyebutkan beberapa data terkait kondisi Indonesia yang berada di urutan 60 Dari 61 negara dengan tingkat Literasi yg cukup baik di Dunia yaitu Dari hasil Studi Jhon Miller. Selain itu, pengguna internet di Indonesia mencapai rangking ke 5 dunia yaitu berkisar pada angka 132 juta pengguna, mencapai rangking 3 pengguna media sosial Facebook (70 juta akun) Dan rangking 3 pengguna aktif media sosial Twitter.

Dari data tersebut, “apa dampaknya?” Ucap Maia. Penetrasi internet Yang sangat cepat dengan pengguna media sosial yang aktif berkolaborasi dengan rendahnya Literasi menghasilkan generasi netizen yang melek jari tapi buta wawasan. Generasi yang cendrung nyinyir duluan lalu mikir belakangan, yang sharing tanpa disaring,devisit inovasi tapi surplus caci maki. “Inilah tantangan terbesar Kita Hari ini” ucap Maia.
Padahal sesi selanjutnya, Brian Aby Yang juga Dari Duta Damai Regional Mataram memberikan pelatihan tekhnis terkait bagaimana mengelola meme dan membuat vidio singkat dengan aplikasi Yang tersedia di gawai. Sebagai catatan, Dalam memproduksi meme, vidio, Brian mengingatkan kepada peserta agar jangan sampai melanggar hukum yang berlaku,serta mencedrai kehidupan berbangsa, bernegara dengan isu Sara. Dengan Kata lain pentingnya Literasi, pemilihan Narasi positif adalah penunjang karya Yang baik Dan sepatutnya hal itulah Yang diviralkan, untuk lebih banyak dibagi kepada masyarakat, tuturnya. ***

maia rahmayati

Inaq Millenial Gen #Pepadu Menyukai membaca, masak, traveling dan penganut Mazhab "Garis Lucu"

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *