Berjuang Ala Pahlawan Millenial

“Bangunlah suatu dunia dimana semuanya bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan”

-Ir. Soekarno-.

Melihat gejala permisuhan dan permusuhan, juga aneka gorengan isu yang garing disana sini, maka sepertinya Indonesia layak digambarkan dengan judul bukunya Max Lane “unfinished Nation”, negara yang belum selesai.

Belum selesai dengan konsep bhineka tunggal ika, belum selesai dengan konsep persaudaraan, belum selesai untuk bersepakat bahwa kita sejatinya bangsa yang beragam nan penuh dengan kedamaian dan keharmonisan. Hingga belum selesai menjentikkan jari jemari untuk saring sebelum sharing, tidak menyebarkan konten hoax serta narasi yang penuh dengan kebencian antar sesama.

Maka, Kemunculan dan kehadiran pahlawan-pahlawan millenial sangat berarti di tengah kegaduhan antar saudara yang terjadi. Peran generasi millenial yang cinta NKRI serta solidaritas tinggi dibutuhkan. Lalu, siapa pahlawan millenial?.

 

Siapa Pahlawan Millenial

Dengan merdekanya Indonesia, berkat perjuangan totalitas para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Bukan berarti tidak ada lagi pahlawan-pahlwan baru yang muncul. Bukan pula berarti tidak ada generasi millenial yang layak disebut sebagai pahlawan. Bukankah setiap gerakan sekecil apapun yang dilakukan, namun memberikan manfaat besar bagi banyak orang juga bisa kita katakan pahlawan?. Pahlawan kekinian.

Iya, kami menyebutnya pahlawan millenial. Pahlawan masa kini yang berjuang untuk kedamaian dan keharmonisan bangsa di dunia maya dan nyata. Dan pahlawan millenial itu adalah kau, aku, kita serta semua yang terus menerus berjuang untuk kedamaian dan keharmonisan antar sesama bangsa nusantara. Lalu, bagaimana saja cara berjuang ala pahlawan millenial?

 

Berjuang Ala Pahlawan Millenial

Beda zaman beda pula tantangannya. Beda tantangan beda jua strateginya. Pun dengan pahlawan millenial. Tidak dengan senjata tapi kata-kata. Tidak dengan revolusi tapi narasi. So, ini dia cara berjuang pahlawan millenial.

Pertama, anti Virtual Clash. Pahlawan millenial tidak akan pernah menyebarkan narasi di dunia maya yang menimbulkan perpecahan, apalagi mengadu domba yang akan merusak persaudaraan antar bangsa. Pahlawan millenial anti perpecahan dan anti menebar tebarkan narasi kebencian di dunia maya. Melainkan menebarkan bahasa cinta. Seperti yang Cut Nyak Dien pernah katakan “tak ada yang lebih mengena daripada senjata kasih sayang”.

Kedua, rekonstruksi  narasi Hate Speech. Berjuang terus menerus melakukan counter narasi hate speech dengan peace speech. Itulah pahlawan millenial. Adu argumen dengan damai. Membalas hujatan dengan kebaikan. Tidak membalas ujaran kebencian dengan kebencian. Meminjam bahasanya R.A Kartini “tiada mendendam, itulah bahagia”.

Ketiga, produksi Peace Content. Tak henti berjuang memperbanyak narasi damai di dunia maya dan nyata. Supaya narasi-narasi kebencian dan Hoax itu tenggelam, tertindih, terkubur, hingga menghilang. Pergi dan tak kembali. Terus percaya seperti Tan Malaka bahwa “berapapun cepatnya kebohongan itu, namun kebenaran akan mengejarnya juga”.

Keempat, memasifkan karya, kreasi, dan Inovasi. Pahlawan millenial berjuang terus menerus tanpa henti. Tidak menyerah berinovasi menyebarkan konten positif melalui beragam kreatifitas. Hingga memenuhi serta membanjiri nusantara virtual dengan perdamaian, kebaikan, dan kebahagiaan. Terus menggelorakan semangat bung Hatta bahwa “ pahlawan yang setia itu semata-mata membela cita-cita”. Salah satunya cita-cita perdamaian.

Kelima, menyampaikan pesan kebaikan dengan humor. Bangsa kita saat ini, masyarakatnya tengah di serang penyakit tegang, cepat marah, otot lebih dikedepankan ketimbang otak dan logika. Barangkali bangsa kita ini memang benar membutuhkan humor seperti yang di katakan Gus Dur. Bahwa “dengan humor fikiran kita jadi sehat”.

Tumbuh suburlah pahlawan millenial, jadilah perubahan yang ingin kita lihat di bangsa kita ini!

rohaniintadewi

a wife|long life learner|Sasak-Lombok

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *