Sumpah Pemuda Millenial

“Bukankan Tidak Ada Yang Lebih Suci Bagi Seorang Pemuda Daripada Membela Kepentingan Bangsanya”

-Pramoedya Ananta Toer-

Dalam negara yang menganut kebinekaan, persaudaraan dan toleransi merupakan prasyarat untuk melahirkan sikap-sikap keberagaman yang moderat. Dan pemuda adalah kunci merekatkan potongan-potongan persaudaran dan toleransi yang kian hari kian susah disatupadukan.

tanpa penghayatan terhadap nilai yang baik, negara akan limbung dan linglung akibat meluasnya konflik dan intoleransi. Begitu kata Zuhairi Misrawi penulis buku Hasyim Asy’ari. Maka, penting paham dan sikap keberagaman yang bernuansa kedamaian, keadilan, dan keadaban harus dijadikan sebagai tuntunan dan tuntutan hidup.

Kalau negara sudah limbung, jangan sampai pemudanya linglung. Apalagi hingga gabung gerakan radikal. Amit amit.

Pemuda Millenial

Di hari memperingati sumpah pemuda kali ini, semoga generasi millenial tidak hanya merayakan secara seremonial belaka, atau sekedar merefleksi setelah itu selesai dan hilang bersama semilir angin. Namun mulai dijadikan sebagai momentum mempererat persaudaraan dan toleransi dengan menyebarkan konten-konten positif di dunia maya maupun dunia nyata. Seperti yang dilakukan pemuda pemudi duta damai dunia maya PEPADU (eaaaaa promo, untuk lebih afdol kunjungi pepadu.dutadamai.id).

Pemuda millenial saat ini tentu berjuang dengan cara berbeda dengan pemuda zaman 1928. Namun yakinlah satu tujuan demi kedaulatan,keadilan, kesejahteraan dan kedamaian. Pemuda zaman now berperang dengan kata-kata tak lagi senjata. Jari-jari menjadi penentu setiap hal kebaikan yang dituju. Sehingga penting untuk tidak asal posting, tapi mem-posting hal-hal yang penting.

Pemuda duta damai dunia maya adalah wajah baru pemuda millenial. menjadi katalisator penebar virus damai di dunia maya beramunisikan quota.  Memiliki Cyber Army yang kemudian menyusun strategi secara cerdas dan berbagi peran serta tugas. Menjadi media alternative anti hoax, radikalism, dan terrorism.

Bagaimana persaudaraan dan toleransinya?. Sungguh mempesona. Mau bukti?, bersilaturrahimlah sesekali ke web dan sosial media para duta damai dunia maya salah limanya; pepadu, berugak, mayung, mandalika, dan sasambo. Kau kujamin akan menemukan ilham dalam setiap kata dan karyanya.

Setelah Sumpah Pemuda dan Ikrar Damai, what next?

Sumpah pemuda dan ikrar damai. Dua generasi satu tujuan; menyadari perbedaan adalah keniscayaan, keadilan dan damai menjadi formula utama. Pemuda di zaman sumpah pemuda dikumandangkan bergerak dijalanan, pemuda millennial bertarung dengan tulisan.

Pemuda 1928 bersumpah bersatu-padu bertumpah darah satu tanah Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan berbahasa satu bahasa Indonesia. Mempunyai satu spirit persatuan Indonesia.

Pemuda 2017 (millennial) berikrar dan berjanji taqwa kepada tuhan yang maha esa. Berjanji setia dan taat kepada UUD 1945, bineka tunggal ika, dan menjaga keutuhan negara kesatuan republik Indonesia. Berjanji selalu mendukung perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Berjanji bersama-sama mencegah radikalisme dan terorisme. Mempunya satu tekad Indonesia damai.

Setiap momentum memiliki spirit dan pesan yang sama, bahwa pemuda harus mengambil bagian, berperan, dan berkontribusi untuk negeri. Dan 60 duta damai dunia maya NTB sudah memulai untuk tetap komitmen dan konsisten menebarkan konten-konten positif di dunia online dan offline. Karena sesungguhnya hal terpenting adalah apa yang akan dilakukan setelah sumpah dan ikrar. Sekarang giliran anda wahai pemuda zaman now, take it or leave it. Kalau tidak sekarang kapan lagi. Kalau bukan kita siapa lagi. Salam damai dari sudut kecil bernama Lombok.

rohanidewi

a wife|long life learner|Sasak-Lombok

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Mantap dan keren 👍👍👍

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *