SAMPAH MEDIA SOSIAL ADALAH HOAX

Opini – Hoax secara istilah merupakan kabar bohong, menurut Lynda Walsh dalam buku “Sins Against Science”,merupakan istilah dalam bahasa inggris yang masuk sejak era industeri, di perkirakan muncul pada 1808.
Di era modern yang penuh dengan teknologi, Hoax bisa kita temukan di berbagai macam media dan berbentuk macam-macam. Hoax yang sering kita temukan saat ini yaitu Berita Palsu, Video Palsu, Suara palsu hingga Pernyataan Tokoh Publik Yang dipelintir (Palsu).
Salah satu hoax yang sering muncul atu beredar adalah ancaman asteroid menghantam bumi sehingga mengancam kiamat. NASA, pada 2015 lalu, membantah rumor asteroid jatuh dengan mengakibatkan kerusakan dibumi.
Hoax menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat bahkan sampai di media sosial belakangan ini karna di anggap meresahkan publik dengan informasi yang tidak bisa di pastikan kebeneranya.
Dampak dari berita Palsu (hoax) sangat besar karena bisa meresahkan masyarakat, masyarakat sangat mudah percaya dengan infromasi palsu karena tingkat penyebaran informasi dlebih cepat dari pada proses verifikasi keaslian informasi.
Media Sosial merupakan kehidupan kedua dari masyarakat, saat ini manusia tidak bisa jauh dari Smartphone super canggih yang bisa mengakses segala informasi dengan cepat. Paradigma berpikir masyarakat bisa diibentuk melalui media sosial.
Keresahan-keresahan yang muncul berasal dari berita bohong ( Hoax) yang tersebar di media sosial dan secara tidak sadar para penerima berita bohong akan menyebarluaskan di sekitar mereka tanpa proses verifikasi.
Jadi apakah berita bohong adalah manifestasi dari masa media degital dan sosial,tampaknya munggkin media sosial dapat memperkuat penyebaran imformasi yang salah.
Media sosial seharusnya digunakan secara bijak dan cerdas tetapi hari ini kita bisa meihat di beranda kita bahwasanya hoak sudah menjadi tayangan permanen di beranda media sosial kita. Bisa kita katakan bahwa Hoax merupakan sampah media sosial yang harus dibersihkan. Sama seperti sampah yang kita lihat akan merusak pemandangankita.
Hoax harus dibersihkan dimedia sosial karena hoax merupakan sampah yang merusak pemandangan dan juga merusak pola pikir masyarakat.
Pesan saya selaku penulis kepada para pembaca yakni, saringlah informasi yang masuk ke kita agar kita tidak tergerus ke perangkap pembuat hoax, dan jangan disebar sebelum memeriksa kebenaran dari informasi yang kita terima.
Hafiz Efendi
Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Agama UIN Mataram

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *