Pemuda Cerdas: Pemuda Positif dan Produktif

Pepadu.dutadamai.id – Media sosial, salah satu media yang banyak digunakan anak muda sekarang ini. Hampir Semua orang bisa menggunakan media sosial. Dari 63 juta pengguna internet sekitar 95 persen menggunakan media sosial (Sumber:Kominfo).

Tidak sedikit pengguna media sosial adalah pemuda.

Sebagai pemuda “jaman Now”, Kita jangan kalah dengan pemuda-pemuda di era “tempo doeloe”. Mereka pernah bersumpah menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Mereka berjuang menjaga keutuhan NKRI.

“kita kan pemuda millennial, kita nikmati aja hasil kemerdekaan”. Ungkap salah seorang pemuda di sela-sela ngopi bareng di sebuah berugak. Ungkapan yang harus dibinasakan, karena di “jaman Tempo Doeloe” atau “jaman Now” sama saja. Tidak ada ada beda antara kata “doeloe” dan “Now”. Semua kata itu harus disatukan. “Kita adalah Satu”, harus diviralkan.

Kembali sebagai pemuda pengguna media sosial. Buatlah perjuangan era sekarang dengan hal-hal positif (bijak dikitlah, padahal lelah cari refrensi kata-kata bijak).

Pemuda cerdas adalah pemuda yang menggunakan media sosial dalam menyatukan. Pengguna-pengguna media sosial sudah berserakan. Pengguna hoax harus jadi pengguna positif, melawan hoax dengan hasil positif. Pemuda harus bisa menjadi terbaik di media sosial. Bila perlu pemuda harus menjadi pemuda berpengaruh di media sosial.

Salah satu pemuda Indonesia pernah mendapat label pemuda paling berpengaruh di media sosial. Siapa yang tidak kenal Joe Taslim, pemain film “The Raid”. Pemuda ini sudah bisa “Go Internasional”. Dan masih banyak pemuda-pemuda Indonesia menjadi pemuda berpengaruh di media sosial. Bayu Santoso, mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja. Bayu memenangkan lomba desain sampul albumnya “Maroon 5”.

Sebagai pemuda di era millennial, dituntut lebih positif dan produktif menggunakan media sosial. Pernah dengar siapa Nadiem Makarim?. Nadiem Makarim pemuda berpengaruh di media sosial loh. Nadiem mendirikan Go-Jek online.

Dari pada sibuk menulis status pribadi, apalagi menyebarkan konten-konten negatif, mendingan berkarya dalam hal-hal postif.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *