Pahlawan Modern

Opini, Pepadu.dutadamai.id- selamat hari pahlawan 10 november 2017, di tahun ini ada gelar pahlawan yang diberikan kepada para pejuang Indonesia salah satunya adalah Aktivis perhimpunan yakni louvran pane ( pendiri organisasi Himpunana Mahasiswa Islam). Sebagai refleksi hari pahlawan bahwa bukan hanya orang yang mati di medan perang yang bida menjadi pahlawan melainkan para pejuang yang ingin melihat negara Indonesia menjadi lebih baik.

Di momen hari pahlawan lagu nasional gugur bunga di putar banyak orang melalui gadget canggihnya, mengetuk hati mengheningkan cipta dan tak sedikit yang mengeluarkan air matanya ketika mendengar lagu kebangsaan gugur bunga. Generasi pemuda sekarang masih ingat dengan gambar yang ada di buku pelajaran waktu di sekolah dasar yakni gambar para pahlawan dan gambar bambu runcing melawan penjajah. baca:merawat-persatuan-melalui-pendidikan-politik
Para pahlawan berasal dari baground dan kepercayaan yang berbeda bahkan para santri pun ikut berjuang dan berperang. Tak ada yang pernah bertanya apa sukumu dan agamamu untuk berjuang hanya ada satu kata yang ada ” Merdeka”.

Dan perlu kita tanamkan dalam diri kita bahwa menjadi pahlawan tidak hanya dengan mengorbankan jiwa dan raga kita, banyak sekali Pahlawan yang tak tercatat dan tidak kita sadari di sekeliling kita, ada pahlawan agama yang ikhlas berdakwah dan menuntun umat, ada pahlawan pendidikan yang di gaji hanya seberapa, ada pahlawan sosial yang bergerak membantu masyarakat yang membutuhkan, ada pahlawan alam yang menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, apakah mereka tak layak disebut pahlawan..? Bagi penulis merekalah pahlawan kehidupan.
baca:dialogue-membuka-segel-kerukunan
Lantas kita sebagai generasi muda zaman modern yang mau memasuki zaman kontemporer ( post medern) ini merefleksikan hari pahlawan seperti apa..???  Apakah hanya dengan cara mengupload status di dinding Facebook, twitter dan media sosial lalu  menunggu orang lain meresponnya. Atau kita hanya diam dan melihat di kalendar bahwa di 10 November itu hari pahlawan lalu menutup kalendar usang. kita sebagai generasi masa kini harus merefleksikan hari pahlawan dengan cara mengubah pola pikir kita sebagai pahlawan masa kini, pahlawan yang menyuarakan kebaikan dan perdamaian bukan suara provokasi atau pemecah belah. saat ini tantangan generasi muda adalah banyaknya penyebaran konten yang berbau provokasi dan pemecah belah sehingga tugas kita melawan konten provokatif dan hoax, selain itu juga tugas pemuda masa kini melawan paham radikalisme dan terorisme karna mereka sudah menguasai IT melebihi kita.  Para penyebar paham radikal sudah menggunakan situs web untuk menyebar pemahaman mereka. pemuda masa kini harus melawan semuanya agar Indonesia tidak menjadi wadah pemahaman radikalisme dan terorisme.(dk)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *