MENGAPA NKRI HARGA MATI ?

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan agar hidup kita senantiasa bahagia, salah satunya adalah dengan menghargai sekecil apapun kebaikan yang kita terima hari ini. Lebih-lebih jika kebaikan itu berskala besar dan bisa dinikmati orang banyak, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menghargainya. Kita boleh saja melupakannya setelah beberpa saat, tetapi menolaknya sebagai suatu kebaikan yang memberi kita setitik nikmat adalah bentuk kesombongan yang melampaui batas. Jika nalar dan pikiran kita berangkat dari cara pandang seperti ini, maka banyak sekali yang patut kita insyafi. hargai dan syukuri di dunia ini.

Begitu pula halnya jika kita berbicara mengenai keberadaan kita di Indonesia. Ada banyak hal yang perlu kita renungkan, pertimbangkan dan lalu menghargainya dengan penuh kesadaran bahwa kenyamanan kita dalam bernegara sampai hari ini, tidak terlepas dari pengorbanan orang-orang jaman dulu. Mungkinkah kita bisa menikmati hidup dengan tenang dan damai jika para Founding Father tidak mengorbankan masa hidupnya untuk memperjuangkan eksistensi Negara Indonesia?. Mungkinkah kita bisa menikmati secangkir kopi di pagi hari, bersama keluarga atau kerabat dekat kita, tanpa cucuran keringat, darah dan air mata para pejuang bangsa? Mereka rela kehilangan waktu untuk menikmati hidupnya sendiri, hanya untuk memperjuangkan harkat dan martabat manusia, yang kemudian kita warisi sampai hari ini.

Berbicara mengenai kemungkinan, tentu hal itu adalah mungkin. Akan tetapi, sejarah telah mencatat bagaimana para pejuang Negara ini, mengorbankan seluruh waktu hidupnya untuk berjuang, membebaskan Negara ini dari cengkeraman para penjajah dan penindas. Mereka rela disiksa, diasingkan, dihina, dihujat dan diperlakukan dengan tidak manusiawi, tujuannya tidak lain supaya kita sebagai anak cucunya bisa menikmati hidup yang lebih baik dari yang mereka alami. Supaya generasi mereka bisa menikmati hidup ini dengan tenang dan damai serta diperlakukan selayaknya manusia. Dan sekarang, semua itu telah kita rasakan. Apa yang sejatinya adalah milik kita sebagai manusia ciptaan Tuhan telah kita dapatkan kembali, seperti kebebasan misalnya, ataupun hak-hak untuk mendapatkan kesempatan yang sama dengan orang-orang di seluruh dunia. Apa yang kita rasakan dan dapatkan sekarang ini, tiada lain adalah buah dari perjuangan dan pengorbanan para pahlawan kita. jika demikian, masihkah kita bertanya mengapa kita perlu mencintai Negara ini? Masihkah kita ragu Mengapa NKRI harus harga mati?. Baca :Indonesia Sudah …!!!

Baik! Barangkali narasi di atas tidak begitu filosofis dan argumentatif bagi sebagian orang, mungkin ia terkesan doktriner dan cenderung menyederhanakan persoalan. Apapun alasannya, yang jelas membangun sebuah Negara dengan begitu banyak perbedaan di dalamnya, adalah pekerjaan yang tidak mudah, bahkan hal itu merupakan pekerjaan yang sangat berat. Tapi itulah kesaktian para pendiri Negara kita, mereka mampu menyatukan berbagai perbedaan ke dalam satu wadah besar bernama NKRI. Tentu hanya orang yang memiliki pergaulan luas yang bisa memahami betapa sulitnya mengatur manusia. Jangankan menyatukan Negara besar seperti Indonesia, yang membentang dari Sabang sampai Merauke, yang terdiri dari berbagai suku bangsa dengan karakternya yang berbeda-beda, mengurus rumah tangga saja repotnya luar biasa, apalagi mengurus berjuta-juta manusia. inilah yang patut kita pertimbangkan sebelum berpikir untuk menilainya menggunakan kaca mata yang lain, seperti kaca mata agama misalnya.

Bukan rahasia umum lagi bahwa ada beberapa gelintir orang yang mengatas namakan agama ingin mengganti NKRI. Bahkan mereka menghalalkan segala cara untuk mencapai cita-cita itu, Padahal, tidak sedikit juga orang beragama yang menolak pandangan mereka. Artinya, cita-cita mereka itu hanyalah sebuah interpretasi mereka tentang agama. jika mereka menempuh segala cara untuk mewujudkan cita-citanya, sementara banyak (bahkan mayoritas) orang tidak setuju dengan pandangan semacam itu, bukankah itu berarti mereka memaksakan kehendaknya kepada orang lain? lalu apa bedanya mereka dengan para penajajah yang memaksakan nafsu serakahnya kepada rakyat Indonesia?. baca: Indonesia Mau Dibawa Kemana..???

Marilah kita berkaca pada sejarah berdirinya Negara ini, kita akan melihat justru dengan hadirnya NKRI, merupakan harmonisasi dari berbagai paham yang ada pada waktu itu. artinya, para pendiri Negara kita lebih memilih jalan tengah yang bisa diterima bersama, daripada memilih salah satu di antaranya.

Berdirinya Negara ini juga menjadi bukti bahwa para pendiri Negara lebih memilih damai dan bersatu daripada berperang dan saling memisahkan diri. Bukankah hal itu harusnya diapresiasi, dibanggakan, bahwa kita mampu berdiri menjadi Negara besar meskipun terdiri dari berbagai macam perbedaan. Maka, sangat tidak beralasan jika ada segelintir orang atas nama agama ingin mengganti Negara menjadi Negara agama tertentu. jika hal itu terjadi, maka pada titik itu juga, semua kerja keras para pahlawan kita menjadi sia-sia. Tidak hanya itu, ancaman disintegrasi akan menjadikan kita lemah dan terus-menerus dalam ketegangan. Dengan demikian, hal itu juga akan dengan seketika menghilangkan kenikmatan yang kita rasakan selama ini. Masihkah anda bertanya MENGAPA NKRI HARGA MATI ?

 

surya saputra

Do'akan kerjamu, Kerjakan Do'amu..!!!

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *