Mahasiswa Baru UIN Mataram Harus Bebas Paham Radikal

Universitas Islam Negeri Mataram merupakan kampus Negeri yang bernaung dibawah Kementrian Agama (KEMENAG). Baru-baru ini UIN Mataram telah melaksanakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) dengan jumlah peserta 3096 Mahasiswa.

Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan merupakan kegiatan sakral yang dilaksanakan oleh kampus sebelum memulai masa perkuliahan untuk mahasiswa baru. Kegiatan yang dikemas dengan penuh rasa nasionalisme dan religius guna untuk menetralisir paham radikal masuk kampus.

Sebagai mahasiswa yang fokus di kehidupan sosial harus bisa membaca dan menganalisis problematika sosial yang ada, contoh problem sosial yang perlu dikaji yakni maraknya paham radikal yang masuk ke dunia kampus bahkan ke pelosok kampung.

Problem ini sangat rentan bisa menimbulkan konflik antar anak bangsa, ketika anak bangsa yang nasionalisme tinggi mendengarkan Pancasila ingin diganti dengan paham yang lain akan geram. Perlu dari kita mengkaji lebih dalam dampak yang akan ditimbulkan oleh paham radikal ini terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai mahasiswa yang katanya agen of change dan agen of control harus mempunyai peran yang jelas untuk bangsa dan negara. Di kalangan mahasiswa UIN Mataram khususnya Sosiologi Agama harus memperkuat kajian tentang masalah sosial serta paham-paham agar tidak tergerus ke kehancuran bangsa.
Mahasiswa harus berperan aktif dan bersinergi bersama pihak kampus serta lembaga negara untuk menjaga mahasiswa baru agar tidak tergerus ke pemahaman radikal.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *