Lawan Radikalisme Bersama DEMA UIN Mataram

Mataram- Pengurus Dewan Mahasiswa Universitas Negeri (UIN) Mataram bekerjasama dengan Kepolisian dan Danrem mengadakan Seminar radikalisme bertempat di auditorium UIN Mataram. Dengan tema “Peran mahasiswa dalam menangkal radikalisme dan menjaga keutuhan NKRI di Mataram NTB”. Kamis, 19/04/2018.
Turut Hadir POLDA NTB Wakil Direktur Bidang Keamanan Radi Sinambela, Korem Wirabhakti 162, Cipayunh Kota Matarm, dan ratusan mahasiswa dari Kampus Se Kota Mataram.
Indonesia dalam beberapa dekade tengah dilanda berupa berbagai macam faham keislaman yang beraneka ragam bentuknya. Pola pemahaman keagamaan yang dikembangkan memiliki basis ideologi, pemikiran dan strategi gerakan yang berbeda dari pola pemahaman keagamaan yang dikembangkan oleh ormas-ormas Islam yang ada sebelumnya. Mereka berhaluan puritan, memiliki karakter yang lebih militan, radikal, konservatif dan eksklusif.
DEMA UIN mataram dalam sambutannya menyampaikan Sikap-sikap ekslusif, tidak Islami, dan bahkan arogan dari para pengusung atau pengikut faham-faham tersebut, telah semakin meresahkan, mengancam sendi-sendi ukhuwah, dan menggerogoti persatuan umat.

Ia menambahkan, tidak hanya sampai disitu, sikap merasa diri paling berhak dalam menafsirkan Al-Qur‟an atau hadits, merasa dialah yang paling benar dan yang lain salah dan sesat, menganggap pemahaman ummat Islam tentang agama selainnya keliru, pandangan bahwa kebenaran itu milik Allah dan hanya dia yang berhak memvonis sesat, dan sebagainya semua dalih itu telah menyebabkan perbedaan pendapat yang memicu kepada perpecahan di kalangan umat Islam
“Pemikiran yang demikian di saya anggap perlu ada antisipasi sebelum idiologi radikalisme ini benar-benar merusak idiologi mahasiswa, yang akan berpotensi kepada rusaknya NKRI”tegasnya Rupawan Presiden Mahasiswa UIN Mataram.
Wakil Direktur Bidang Keamanan Polda NTB Radi Sinembela, menyebutkan bahwa ciri dan karakter orang radikal. Pertama, intoleransi (tidak mau menghargai orang laia. Kedua, Fanatik (menganggap benar sendiri). Ketiga, Ekslusife (memebedakan diri dari yang lain). Dan Keempat, Revolusioner ( menggunakan cara-cara kekerasan demi mencapai tujuan.
Dari itu Polda NTB mengajak mahasiswa untuk menjaga keutuhan negara Republik Indonesia (NKRI).
“Terakhir yang saya sampaiakn saya mengajak seluruh mahasiswa untuk menjaga keutuhan NKRI”himbuhnya Wakil Direktur Bidang Keamanan Polda NTB, Radi Sinembela.
Sementara itu, Danrem wirabakti 162 Letkol Czi Irawan agung wibowo, S.T, M,Tr (Han) kasi intel korem 162/WB, menilai Penyebab radikalisme itu adalah ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya.
“jadi jangan beranggapan radikalisme hanya karena ideologi saja. Untuk indonesia isu yang paling menyulut rasa marah. Isu paling mudah dan murah di indonesia itu isu agama, dari isu apapun dia, ekonomi apapun, budaya apapun, tapi kalo sudah agama yang disulut, akan lansung menimbulkan amarah”ungkapnya.
Disamping itu Korem Wirabakti 162 mengapresi kegiatan DEMA UIN Mataram untuk melawan terorisme, dan berharap supaya ada tindak lanjut.
“kepada mahasiswa UIN Mataram, terutama BEM nya yang membantu Pemda, untuk melawan terorisme, namun tidak sampai disini saja. Harus ada tindak lanjut lain”Pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *