AKU TIDAK SEPERTI MEREKA !! (Part 1)

Lepaskan tanganku,,,!!! dasar lelaki tak tau malu, lepaskan tanganku,, aku mau pulang. Nurhayati lalu pergi meninggalkkan Hotel malam itu, dengan wajah memerah dan sedikit membasah oleh cucuran air mata. Entah apa yang dia sesali tak ada yang tau kecuali Nurhayati sendiri.
****
“Nurhayati adalah seorang Mahasiswi perguruan tinggi ternama dikota Jakarta, ”perguruan tinggi yang banyak diburu para calon sarjana (Salah Jalan Lalu Merana). “menurut teman-temannya, Nurhayati adalah salah satu Mahasiswi berprestasi diantara teman-teman sekelasnya; Entah kenapa, belakangan ini Nurhayati kelihatan murung dan tidak bersemangat menjalani hari-harinya dikampus “Seperti seekor anak bebek yang ditinggal mati oleh induknya”

“kira-kira begitulah cerita Fitri pada Risma waktu itu yang sedang asyik bercengkrama dikantin kampus. Mereka memang tiga sekawan yang selalu menghabiskan waktu istirahatnya dikantin itu sembari menikmati bakso duro bikinan Mbo’ Marni”

baca:aku-tidak-seperti-mereka-part-2

“Iya, Fit, Aku juga merasakan hal yang sama, Sudah dua kali pertemuan, Nurhayati selalu absent, apa jangan-jangan dia sakit ya? “Tutur Risma penuh curiga” Apa kamu pernah menghubungi dia? “Tanyanya lagi pada Fitri, yang sedang khusuk memainkan telepon genggamnya” Kamu bilang apa Ris..?? “Fitri menyodorkan telinganya kehadapan Risma” Sumpah Ris..!!! semua ceritamu tadi tidak kudengar dengan jelas…!!! Yaa ampuuun,, Fit.. Fit..!!! Jadi.. dari tadi aku cerita panjang lebar, sampai air liur ku kering begini, ternyata tidak didengar..!! kamu keterlaluan Fit..!!! Aku pikir kamu diam begitu karena menyimak cerita ku, “protes Risma pada Fitri“ bagaimana sih.!!! katanya sahabat,,!!! katanya selalu siap menjadi telinga bagi semua resah sahabat-sahabatnya,!!! “celetuk Risma yang merasa kecewa pada Fitri sahabatnya” Ya sudah maaf deh.. ”Fitri mengulurkan tangan kanannya kehadapan Risma” Tapi pleeeaaassssee,, ulangi sekali lagi dong, “Rengek Fitri pada Risma, yang merah padam wajahnya karena merasa tidak dihargai sahabatnya sendiri. Ayo dong Ris…!!! masak gitu aja ngambek, “Bujuk Fitri pada Risma“ ihh siapa yang ngambek, “Risma kemudian menimpali dan mulai membuka obrolan seperti biasa ”Tadi itu, saya nanyain tentang Nurhayati Sama kamu, Apakah kamu sudah menghubungi dia atau tidak? Aku khawatir dia sedang ada masalah, karena sudah dua kali pertemuan dia tidak hadir“ Beber Risma pada Fitri dengan nada sedikit kesal ”Ooo..itu, sudah sih kemarin..!!! “jawabnya singkat sembari nyengir mengejek sahabatnya yang terlihat jelek karena ngambek. Tapi nomornya gak aktif Ris. Lanjutnya lagi mengerutkan dahi.

“Ditengah-tengah obrolan itu, dari arah selatan, Yuli kelihatan tergopoh-gopoh mendatangi mereka, dan dengan nafas terengah-engah Yuli langsung nyerocos begitu saja bagai beo lepas dari sarangnya, “eehh kalian sudah mendengar gossip tidak? “santai dulu jeng, duduk dulu yang tenang, tarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan, “begitu Fitri mengarahkan Yuli, sementara Yuli mengikuti begitu saja arahan Fitri” Tadi kamu mau bilang apa, “Tanya Risma ingin Tahu” yaya Jawab Yuli lalu menenggak beberapa sedot Es Tea kemudian bercerita, “Begini, Begini, ada mahasiswi dari kampus kita kepergok mesum di salah satu Hotel di kota Jakarta. “Tuturnya datar tanpa dosa” kamu tau dari mana Yul? Fitri dan Risma, serentak menodong yuli dengan pertanyaan” Iiih kok kompak banget sih, jangan-jangan kalian,??? “sergah yuli lirih” Sudahlah Yul…!!! kamu jangan mikir yang macam-macam, kasih tahu saja, darimana kamu mendapat informasi murahan kayak gini? “pungkas Fitri yang tidak sabar menguji kebenaran berita yang dibawa Yuli” Tunggu sebentar, tunggu sebentar, “Pinta Yuli, sembari memasukkan tangannya ke dalam Tas-nya, seakan mencari sesuatu, “Ini lihat..! “Yuli menyodorkan sebilah Koran kepada kedua temannya itu” Mata Risma dan Fitri, sibuk mencari tanggal Koran itu, ternyata disana tertulis 32 desember 2020. Artinya, kasus ini terjadi empat hari yang lalu.

baca:bosan

Setelah membaca tuntas informasi itu, Risma dan Fitri mencurigai identitas tersangka yang bertuliskan NHT dan RDI. Mereka semakin penasaran, mengingat salah satu teman dekatnya Nurhayati, yang ahir-ahir ini tidak pernah kelihatan. “Eeh kenapa kalian diem aja? “Tegur Yuli membangunkan Risma dan Fitri dari lamunan” Sementara dari kejauhan sana terlihat tangan melambai-lambai kearah mereka “Woee, ayo masuk kelas, Pak Sobri sudah datang. “Ternyata itu yamin teman sekelas mereka, yang mengingatkan teman-temannya bahwa waktu kuliyah akan segera dimulai.

“Ahirnya, Risma, Fitri dan Yuli, sepakat untuk meninggalkan kantin menuju kelas mereka. “Yuli yang memang periang dan crewet, tak henti-hentinya bernyayi dan menari, sementara Risma dan Fitri berjalan pelan penuh kelesuan. rasa heran, khawatir dan penasaran berkecamuk Dalam benak mereka, seakan tak terima jika seandainya sahabat baiknya adalah orang yang dimaksud Koran itu.
****
“Risma dan Fitri masih penasaran dengan inisial yang tertulis dikoran itu, Mereka berdua hampir tak menghiraukan kegiatan kelas, Meskipun berkali-kali disentil oleh Pak Sobri yang merasa dilecehkan karena tak dihiraukan, “tapi mau gimana lagi, kalau pikiran sudah terpaut dengan satu hal, Maka akan sulit memikirkan hal yang lain”
“Teman-teman mahasiswa-mahasiswi yang budiman dan dikasihi Tuhan, “Pak Sobri yang seorang dosen dalam bidang kerohanian, tiba-tiba meninggikan suaranya dan berkata, “Tahukah kalian..! Bahwa seorang murid yang baik adalah mereka yang mendengarkan dengan baik ketika gurunya mengajar. Tuturnya bijak penuh kebapaan.
”Tahuuuu..!!! teriak Aan dengan keras dan lantang waktu itu, “Hingga Rido yang kebiasaannya tidur di dalam kelas terbangun mendengar teriakan Aan.

Melihat fenomena itu, suasana kelas jadi ribut. “Riuh tawa teman-teman kelasnya membahana memecah lamunan Fitri dan Risma yang risau akan kabar sahabatnya, gara-gara informasi yang dibawa Yuli.

Bagi mereka, Aan adalah orang yang paling jujur sedunia. Karena dengan lugunya menjawab pertanyaan sederhana dari Pak Sobri. Sementara Pak Sobri dianggap orang begok yang lugu, karena menanyakan hal yang sangat sederhana. kenapa tidak, Pertanyaan cetek seperti itu dilempar ke mahasiswa, “memangnya mereka itu anak SD apa” yaa pantas saja Aan dengan sangat pede langsung menjawabnya, bahkan jawabannya secara lisan. Tapi ketika tawa teman-teman sekelasnya sedikit reda, Aan sempat melakukan pembelaan, “Apa yang salah.? bukankah saya benar, kata Aan bangga, “sudah-sudah gitu aja ngotot” dengan bijak, Rido kemudian angkat bicara, menenangkan Aan yang dari tadi mengganggu Tidurnya.

 

Bersambung…

surya saputra

Do'akan kerjamu, Kerjakan Do'amu..!!!

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *