AKU TIDAK SEPERTI MEREKA !! (Habis)

Pagi segera tiba, Risma dan Nurhayati sudah bersiap-siap menemui Fitri, ketika baru saja keluar dari halaman Rumah Risma, Fitri sudah terlihat berdiri didepannya.

Nurhayati terdiam dan menunduk, merasa malu pada temannya itu, mengingat kejadian kemarin ketika dirinya di hujat habis-habisan oleh sahabatnya sendiri. sudah lama Fit.. “Risma menyapa Fitri” dengan terbata-bata Fitri menjawab, tapi tak jelas dia ngomong apa, tiba-tiba Fitri berlari kearah Nurhayati, dan memeluk sahabatnya yang malang itu sambil sesenggukan menahan tangis.

Nur..!!! maafkan saya, Maaf kan saya, saya memang jahat, telah menuduhmu menjual diri. saya memang tidak bisa menjaga mulut Nur. Maafkan saya Nur.

Nurhayati mematung, tanpa sepatah katapun yang bisa dia ucapkan, kecuali air mata yang mengalir sehingga seketika pipinya sudah membasah. Nurhayati memeluk erat sahabatnya itu, mereka menangis bersama-sama dalam pelukan.
Risma yang merasa aneh melihat Fitri, berjalan menghampiri mereka. ya sudah sekarang ceritakan ada apa, “Risma meminta Fitri bercerita” Ris, kita telah keliru menuduh Nurhayati, sebenarnya tadi malam saya ditelpon Yuli, katanya, Mahasisiwi mesum yang dikoran itu ternyata anak kelas sebelah, bernama Nia Hartati, saya menyesal sekali telah memaki-maki sahabatku sendiri, Maafkan kami ya Nur., Fitri masih kelihatan canggung pada Nurhayati,,, melihat hal itu, Nurhayati mencoba mencairkan suasana, sembari mengusap air matanya dia berkata; Ya sudah, sekarang kita lupakan semuanya, dan mulai sekarang kita berjanji akan selalu bersama seperti dulu, ketiga sahabat itu saling merangkul satu sama lain sebagai pertanda persahabatn mereka telah kembali seperti semula.

Ehhh Nur, sekarang kamu tinggal Dimana, “Risma kemudian mencoba memecah kesunyian, setelah beberapa lama keadaan sepi” Nurhayati tidak menjawab, dia hanya terdiam menundukan pandangan. Nur,, ayo dong ngomong, “rengek Risma menggoyang-goyang tangan Nurhayati”
Nurhayati mulai bercerita kepada sahabatnya, bahwa setelah ia memutuskan untuk keluar dari Asrama, dia tinggal dikonter tempat dia bekerja, dan itupun untuk sementara waktu, karena belum mendapatkan tempat baru.

Nur.. kamu mau tidak tinggal bersamaku. “Fitri memberi tawaran kepada Nurhayati” sekarang kan Mama dan Adik ku sudah Pulang Ke Surabaya. Dirumah tidak ada teman kecuali pembantu. “Jelas Fitri penuh harap pada Nurhayati” jadi gimana, kamu mau kan, mau dong Nur… “rengek Fitri”
Nurhayati tetap terdiam, seakan mencoba menimbang dan memikirkan tawaran sahabatnya. Sebenarnya saya tidak enak, “Tutur Nurhayati” kalian sudah terlalu baik sama saya, semenjak saya disini, kalian berdua adalah orang pertama yang saya kenal. Saya masi ingat ketika pertama kali kita bertemu dikampus, ketika dulu perut saya sangat lapar tak tertahankan, sementara tanpa satupun ada yang tau akan hal itu. tapi ternyata kalian berdua dikirim Tuhan untuk menolong saya”
Fitri dan Risma memandang Nurhayati, lagi-lagi air mata mereka terlalu paham bagaimana merayakan keindahan, keindahan rasa persahabatn yang telah mereka jalin selama ini.

Sudahlah Nur,,, kamu tidak perlu merasa kecil dihadapan kami. Kamu tidak perlu merasa berhutang budi. Kami sadar, ternyata selama kami hidup di Kota ini Cuma kamu satu-satunya gadis muda yang menyentuh hati kami. dulu kami tidak begitu tekun dan bersemangat menuntut ilmu, tapi setelah kita berteman, kami baru merasa bahwa perubahan yang kami alami ternyata tidak lepas dari peran mu. Dulu sebelum kita mengenalmu, kami banyak menghabiskan waktu kami diwarung-warung kopi tanpa tujuan yang jelas. Kami menghambur-hamburkan uang orang tua kami dengan pergi berbelanja setiap hari. Seandainya kami tidak mengenalmu, mungkin Nasib kami tidak jauh lebih baik dengan Nasib mahasiswi yang tertangkap mesum itu. Justru kamilah yang harus berterima kasih padamu.

Ahirnya, Nurhayati menerima tawaran Fitri dan persahabatan mereka pulih kembali seperti semula. Kini, mereka sudah hampir kejenjang ahir pendidikannya. mereka telah berjanji akan melanjutkan studi selanjutnya bersama-sama. Nurhayati yang memiliki nilai dan kepribadian tinggi akan dengan mudah mendapat beasiswa. Di ahir cerita, mereka bertiga sukses dan bahagia seperti saya dan para pembaca.

TAMAT

surya saputra

Do'akan kerjamu, Kerjakan Do'amu..!!!

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *