Belusukan ke Pesantren, Ini Yang Dilakukan D3M Tim Pepadu di IAINH Kediri

Sesi Sharing Pengalaman

Kegiatan offline Duta Damai Dunia Maya Mataram (D3M Mataram) pada Jumat 22 Desember 2017 bersamaan dengan perayaan hari Ibu menyisakan banyak pembelajaran. Berlokasi di Aula Utama Institut Agama Islam Nurul Hakim (IAINH) Pondok Pesantren Nurul Hakim Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat, NTB. Acara yang dihadiri sekitar 50 orang  Mahasiswa, Mahasiswi, santri, perwakilan civitas akademika IAINH serta perwakilan dari Tim Pepadu dan Mandalika D3M Mataram.

Acara bertema Sosialisasi dan Diskusi Damai Bijak Bermedia Sosial,  dimulai pada pukul 14.00 wita. pada sesi presentasi dan sharing pengalaman kakak-kaka dari Duta Damai dibagi per tema kapasitas yaitu Tim Blogger, DKV (Desain Komunikasi Visual) dan IT (Informasi dan Tekhnologi). Adapun Tim Blogger yang hadir antara lain Ziadah Ziad (Duta Damai dari Tim Pepadu yang baru-baru ini memenangkan Award dari Kementerian Pariwisata untuk penulisan Blog Wisata terbaik, Selanjutnya hadir pula Asmak Abdurrahman, Blogger muda yang juga seorang staf pengajar handal di sekolah Alam, selain itu hadir juga Alfian Rizal (kami di Pepadu akrab memanggilnya Pak RT) yang selain hoby ngeblog, beliau juga kerap mengutak-atik desain komunikasi visual.  Serta hadir juga Rohani Inta Dewi dan Maia Rahmayati (yang kerap disebut sebagai Emak-emaknya Tim Pepadu Duta Damai) Nah… ini sebenarnya mau saya ceritakan panjang karena pada acara kerap kali disebut soal “emak-emak yang melenggang ke Istana Negara” tapi di sesi lain saja ya.. takutnya dibilang Riya’ 😀

Selain itu dari Tim DKV, nama yang sudah tidak asing lagi yaitu Taufik Rahman (masiv dipanggil Tuan Kribo) sebagai penggerak mesin desain vidio dan dokumentasi Tim Pepadu dengan segudang prestasi. Dan tentu Anggota termuda yang tidak kalah ide, heboh dan lucu hadir dalam acara tersebut Imam Sofhil Jalil yang juga merupakan alumni dari PonPes Nurul Hakim.

Pada Sesi sharing pegalaman selain pada hal tekhnis dan bagaimana menyusun tulisan sehingga sesuai dengan konten, Kakak-Kakak D3M juga memperkenalkan dan mensosialisasi tentang sejarah terbentuknya Duta Damai Dunia Maya (khususnya di NTB) serta berbagi informasi mengenai program BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) melalui Pusat Media Damai (PMD).

Pada sesi diskusi yang berlangsung hampir selama 2 jam, peserta cukup antusias bertanya dan shareing informasi dan pengalaman mereka. Diantaranya terkait pertanyaan peserta mengenai bagaimana mensaring informasi palsu di dunia maya. Selanjutnya pertanyaan yang diajukan oleh peserta juga terkait dengan darimana rasa damai itu harus dimulai, dan bagaimana menangkal isu yang merugikan salah satu  Agama (islam) yang selalu dianggap sarang teroris.

Pada penjelasan dan shareing pengalaman, kakak-kakak D3M (Dari Tim Blogger) menjelaskan mengenai bagaimana memilah dan memilih diksi serta narasi positif khususnya dalam menulis dan menyebarkan perdamaian. Sebab, menurut Maia, terkadang seringnya kita menyebut satu kata atau kalimat misalnya Radikalisme, teror, terorisme  dan lain sebagainya menjadikan narasi tersebut justru secara sadar ataupun tidak justru menggerakkan/ menggiring orang lain untuk berpikir demikian. Namun, menurut Maia tidak ada salahnya jika kita mempelajari bagaimana sejarah, alur, atau mengenali apa saja yang dimaksud radikaliseme, terorisme sehingga kita justru mampu menghindari/ mencegahnya. Namun dalam pertemua tersebut, Maia lebih menekankan pada soal bagaimana pencegahan mestinya dimulai dari membangun narasi kontra misalnya memperbanyak konten perdamaian, damai, kedamaian, menggegas toleransi, kebersamaan, keberagaman dalam bingkai berbangsa dan bernegara “Hingga kita dapat terus suarakan perdamaian, kedamaian  dari NTB untuk Indoensia. NTB, Lombok Sumbawa itu aman, nyaman dan damai” ujarnya.

Mbak Hani juga mempertajam materi mengenai bagaimana menangkal isu hoax di dunia maya serta bijak dalam bermedia sosial. Selain sesi tanya jawab, sesi kampanye produk media yang sudah dihasilkan D3M Mataram yang tersebar melalui akun media sosial seperti Instagram, Facebook, twitter, Youtube serta web dan blogg juga diperkenalkan dalam acara tersebut. Beberapa peserta juga secara aktif menyatakan tertarik untuk belajar dan mengirim tulisan ke Web Duta Damai Dunia Maya #Pepadu NTB, dalam hal ini sangat disambut baik oleh Pimpinan redaksi Tim Pepadu (Maia Rahmayati) sebagai salah satu  moda penggerak generasi muda, khususnya santri untuk eksis menyuarakan perdamaian melalui tulisan mereka, hal ini sekaligus menjadi pintu pembuka silaturrahi ke depan dengan harapan akan semakin banyak Pondok pesantren, Universitas dan Sekolah-sekolah dapat melakukan hal yang sama untuk menjalin kerjasama dan silaturrahmi dengan D3M Mataram guna tersebarnya perdamaian dan kedamaiana khususnya di daerah tercinta ini. ***

wefie sesi akhir diskusi

maia rahmayati

Inaq Millenial Gen #Pepadu Menyukai membaca, masak, traveling dan penganut Mazhab "Garis Lucu"

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *